News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.
Hot News »
Bagikan kepada teman!

LMBR Bagi-bagi 220 Paket Sembako

Penulis : Siti Rahmi on Minggu, 28 Juli 2013 | 21.16

Minggu, 28 Juli 2013


SELATPANJANG – Laskar Melayu Bersatu Riau (LMBR),  DPD Kabupaten Kepukauan Meranti, kembali menggelar bakti sosial berupa penyerahan 220 paket sembako kepada warga kurang mampu. Kegiatan dipusatkan di halaman kantor LMBR jalan Tengku Umar, Selatpanjang.

Ketua LMBR  Kepulauan Meranti, M Edi Afrizal dalam keterangannya mengatakan, kegiatan tersebut, di samping merupakan rutinitas kerja, juga sebagai bentuk kepedulian sosial, khususnya menjelang hari-hari besar Lebaran.

"LMBR memang rutin mengadakan even sosial kemasyarakatan. kegiatan tersebut dilakukan agar para kaum duafa yang kurang mampu  bisa ikut merasakan indahnya bulan suci ramadhan dan berlebaran.," ucapnya.
Dia mengaku, sembako yang diberikan belum optimal, namun dia berharap masyarakat yang menerima memandang sebagai bentuk ketulusan hati anggota LMBR Kepulauan Meranti. Sumber dana merupakan hasil sumbangan segenap jajaran pengurus LMBR & dana bantuan hibah Bupati Kepulauan Meranti
 
Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti yang turut hadir dalam acarra tersebut mengharapkan, kegiatan amal seperti yang dilakukan oleh LMBR Kepulauan Meranti ini bisa diikuti organisasi masyarakat lainnya di Meranti.
 
"Ini sebuah kegiatan positif, dimana kita berbagi bersama dengan saudara-saudara kita yang kurang mampu. Tertama menjelang lebaran ini, banyak sekali kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat yang mampu. Oleh karena itu, syaa berharapa akan ada ormas-ormas lainnya untuk melakukan kegiatan yang sama," ucap Bupati, Irwan.
 
Turut hadir dalam acara tersebut beberapa kepala SKPD, Polsek Tebing Tinggi, Lurah kota, Danramil, Kacapjari, dan segenap pengurus LMBR. (rahmi)
 
 
komentar | | Read More...

HWK Berikan Pakaian Bekas Layak Pakai kepada Kaum Duafa

Penulis : Siti Rahmi on Jumat, 19 Juli 2013 | 14.32

Jumat, 19 Juli 2013


SELATPANJANG – Tampa kita sadari lemari pakaian kita seringkali penuh sesak dengan pakaian, anehnya kebanyakan dari pakaian tersebut sudah tidak kita pakai lagi, mengapa tidak kita salurkan saja sebagian dari pakaian tersebut daripada hanya jadi asesoris lemari? Terlebih lagi di bulan suci Ramadhan ini moment kita untuk berbagai kepada sesama.
Demikian yang disampaikan oleh Khairiah Defril, Ketua HWK Kabupaten Kepulauan Meranti kepada wartawan, jum'at (19/7) kemarin ketika melakukan sortir pakaian-pakaian bekas yang layak pakai.
"Sebenarnya kegiatan ini sudah lama kita rencanakan, namun sepertinya moment Ramadhan dan menyambut Lebaran, adalah moment yang tepat. Banyak diantaran saudara-saudara kita yang tidak mampu untuk membeli pakaian baru untuk lebaran. Mudah-mudahan pakaian-pakaian bekas namun layak pakai ini, bisa mereka gunakan menyambut Lebaran nanti," sebut ibu dua orang anak ini.
Selain memberikan pakain bekas layak pakai, pihaknya juga memberikan santunan kepada kaum duafa dan anak yatim piatu. Dengan menyumbang pakaian yang sudah tidak kita pakain lagi serta memberikan santunan, Insya Allah kita tidak termasuk manusia-manusia pengeloksi benda-benda dunia. Kalau kita mau sedikit merenung, di dunia ini masih banyak manusia  yang hidupnya kurang beruntung," ucapnya.
Ditambahkan, Hj Nurmaharani, Sekretaris HWK Kepulauan Meranti, acara pemberian pakaian bekas dan santunan ini akan dilaksanakan pada sabtu (20/7) di Gedung Wanita Selatpanjang, dirangkai juga dengan acara berbuka bersama. "Selain memberikan santunan, dan berbuka bersama, nanti juga akan ada tausiyah dari uztad untuk memberikan pencerahan kepada kita semua," sebut Hj Nurmaharani.
Dalam menggelar acara ini, dijelaskan Nurmaharani, HWK mengumpulkan pakaian bekass dan dana santunan dari masing-masing anggota, serta dibantu oleh beberapa orang donator. "Alhamdulillah kegiatan kita didukung oleh beberapa pihak, salah satu penyumbang kita berasal dari Negara Singapore" beber Ani.
Dari pantuan ketika HWK melakukan sortir pakaian, terlihat pakaian-pakian bekas yang disumbangkan memang masih layak pakai, masih terlihat bagus dan model masa kini. Sebagian besarnya adalah pakaian baju kurung yang bisa digunakan untuk berlebaran oleh kaum duafa. Rahmi

komentar (2) | | Read More...

Kehadiran Pinbuk Meminimalisir Rentenir di Meranti

SELATPANJANG  - Lemahnya system ekonomi masyarakat kecil sering dimanfaatkan oleh rentenir. Masyarakat yang membutuhkan modal usaha dan pinjaman, mau tak mau harus rela membayar bunga yang cukup tinggi yang dikenakan oleh para rentenir.
Oleh karena itu, Abdul Jabir Uksim, Ketua Umum Pinbuk Pusat berharap dengan hadirnya Pinbuk (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Riau Pesisir akan meminimalisir para rentenir yang selama ini terlalu memberatkan masyarakat.
Yang menjadi kendala adalah masyarakat yang relatif kurang terhadap Koperasi. Adanya trauma terhadap koperasi yang telah mengecewakan anggo­tanya. Ke­perca­yaan yang menurun kepada pengurus karena ssesuatu hal. Disisi lai telah terjadi degradasi kultural dimana jiwa gotong royong semakin tergerus oleh sifat infividualisme. "Namun patut kita syukuri dengan adanya telah disyahkannya UU Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. Dimana, dalam uu ini tidak diperbolehkan perorangan atau kelompok yang tanpa berbadan hukum melaukan pengumpulan dan menyaluran dana masyarakat, seperti rentenir," sebut Jabir.
Lebih rinci Jabir menjelaskan bahwa Pinbuk adalah salah satu bentuk Lembaga Pengembang Ekonomi Swadaya Masyarakat (LPESM) adalah lembaga pengembang ekonomi yang tumbuh dan berkembang serta dimiliki oleh masyarakat. Bisa dikatakan Pinbuk merupakan Lembaga Keuangan Islam. Pinbuk merupakan  suatu  model pendekatan baru yang diterapkan untuk mempercepat penciptaan calon pengusaha baru (tenant) atau peningkatan kualitas pengusaha kecil yang tangguh dan profesional. Program pembinaannya dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan selama jangka waktu tertentu sampai mereka mandiri dan sanggup beradaptasi dengan dunia usaha yang sebenarnya.
Sementara itu, Mizan Asnawi, Ketua inbuk Gugus Wilayah Riau Pesisir meatakan Salah satu dukungan yang diberikan oleh Pinbuk adalah Baitul maal wattamwil (BMT) atau operasi Syariah. Baitul maal lebih mengarah pada usaha – usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang non – profit, seperti; zakat, infaq dan shadaqah. Sedangkan baitut tamwil sebagai usaha pengumpulan dan penyaluran dana komersial. Usaha – usaha tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari BMT sebagai lembaga pendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil dengan berlandaskan syariah.
"Peran umum BMT yang dilakukan adalah melakukan pembinaan dan pendanaan yang berdasarkan sistem syariah. Peran ini menegaskan arti penting prinsif – prinsip syariah dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Sebagai lembaga keuangan syariah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat kecil yang serba cukup ilmu pengetahuan ataupun materi maka BMT mempunyai tugas penting dalam pengemban misi keislaman dalam segala aspek kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu , BMT diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam memperbaiki kondisi ini. Dengan keadaan tersebut keberadaan BMT setidaknya mempunyai beberapa peran, diantarnaya adalah melepaskan ketergantungan pada rentenir, masyarakat yang masih tergantung renternir disebabkan renternir mampu memenuhi keinginan masyarakat dalam memenuhi dana dengan segera. Maka BMT harus mampu melayani masyarakat lebih baik, misalnya selalu tersedia dana setiap saat, birokrasi yang sederhana dan lain sebagainya," imbuh Mizan. rahmi


komentar | | Read More...

Ormas/LSM/NGO Terpasung UU Ormas

Penulis : Siti Rahmi on Senin, 15 Juli 2013 | 14.39

Senin, 15 Juli 2013


SELATPANJANG - Terkait pengesahan UU Ormas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Selasa 2 Juli 2013 yang didukung oleh Mayoritas Fraksi yang ada di DPR-RI kecuali Fraksi Gerindra, PAN dan HANURA tersebut tidak hanya menjadi penolakan dari berbagai kalangan Ormas dan Mahasiswa di daerah Perkotaan dan Ibu kota Jakarta saja, bahkan aktivis Ormas serta Mahasiswa Riau daerah Pesisir juga menolak keras pengesahan UU tersebut.
Salah seorang figur Ormas Provinsi Riau, Dewan Perwakilan Anggota (DPA) Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Kepulauan Meranti, Isnadi Esman, S.Pd kepada Wartawan melalui Rilis Persnya, Senin (15/7), menyebutkan UU Ormas akan memasung gerak dan perjuangan Ormas/LSM/NGO untuk dalam menyuarakan penderitaan yang dialami masyarakat bawah dalam rangka mengawal kebijakan pemerintah.
"Pada intinya, kita tetap keberatan atas UU Ormas yang telah disahkan oleh sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Selasa 2 Juli 2013 juga terkait pengesahan RUU APBN-P 2013, 17 Juni 2013 yang lalu, dimana didalamnya juga memuat kenaikan BBM dan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), itu kita nilai sangat menekan masyarakat khususnya di Kepulauan Meranti, apalagi seperti wilayah Pesisir ini semua bahan-bahan pokok dan barang lainnya harga naik drastis sebagaimana imbas dari kenaikan BBM tersebut," ucapnya.
Dijelaskan Isman, Ormas/LSM dan NGO adalah pemyeimbang dalam berjalannya sebuah roda pemerintahan, karena lembaga-lembaga swadaya ini dapat menjadi corong masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya baik secara lisan maupun tulisan terhadap suatu keberatan kebijakan yang dirasa merugikan bahkan mengekang kebebasan masyarakat, dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah. Namun saying, UU Ormas akan membuat Ormas/LSM dan NGO tidak bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan hak masyarakat.
"Dua kebijakan tersebut menyisakan banyak dilema dimasyarakat pesisir yang mayoritas berada diwilayah dampinganya yakni wilayah gambut. Kita sangat ingin Pemerintah tememandang kebawah bagaimana situasi dan kondisi yang harus diseimbangi dengan kebijakan yang akan diambil sehingga segala bentuk kebijakan yang akan ditetapkan tidak mensesarankan sepihak serta dapat membawa dampak yang tidak baik pada akhirnya.
Disahkannya UU Ormas dapat dinilai bahwasanya organisasi merupakan partisipasi dari kegiatan Pemerintah, bukanlah penyeimbang, sehingga kedepan organisasi yang kritis dapat dibubarkan Pemerintah. Karena mereka mengangap masyarakat sebagai sumber konflik yang selalu dicurigai kritik serta saran dari masyarakat sipil adalah musuh dan membahayakan Negara. Hal itu lah yang kita tidak inginkan, seharusnya Pemerintah memandang masyarakat sebagai satu kesatuan Bangsa dalam menjalankan roda Pemerintahan bukan untuk di curigai, ungkap Didi.
Senada disampaikan salah seorang aktivis Mahasiswa Perguruan Tinggi di Riau, Hengki Saputra, S.Pd kepada para awak media berpendapat bahwa UU Ormas merupakan salah satu bentuk gaya lama dalam kebebasan bersuara dan berserikat ditengah-tengah masyarakat, tentunya hal ini membuat segala bentuk kebijakan yang kita nilai tidak sejalan dengan masyarakat atau Ormas akan berdampak tidak baik serta mengekang masyarakat.
"Hal ini lah yang membuat kita dari kalangan Mahasiswa juga menolak keberadaan UU dan RUU tersebut apalagi dengan kondisi BBM kita yang naik serta kita melihat penyaluran BLSM yang sampai saat ini masih terdapat banyak polemic dimana-mana. Sebagai contoh terkait data penyaluran BLSM yang tidak efisien bahkan tidak tepat sasaran. Sehingga ini membuat Ormas tidak dapat menyuarakan kembali permasalahan yang terjadi tersebut secara bebas terkait telah di sahkannya UU Ormas," ucap pria kelahiran Bengkalis tersebut. Rahmi

komentar | | Read More...

Statistik

Site Meter
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Meranti Updates . All Rights Reserved.
Design Template by Bakharuddin | Support by creating website | Powered by Blogger