SELATPANJANG – Sebagian dari masyarakat
Selatpanjang tentu jijik bila melintas di jalan Rumbia, tepatnya di tempat
pembuangan sampah sementara yang berada dipinggiran aliran anak sungai itu. Bau
busuk yang menyengat memang dari sampah-sampah membuat siapa saja yang
melintasi jalan tersebut menutup hidung. Namun tidak demikian dengan Ani (47),
ibu paruh baya ini, setiap pagi nongkrong di sana menunggu kendaraan petugas
kebersihan membuangkan sampah disana.
Dari pukul 08.00 WIB, Ani dengan berbekal
karung goni ukuran 50 kg sudah berada diantara tumpukan sampah. Tak lengah, ia
mengais-ngais sampah berupa kaleng, botol, gelas minuman yang terbuat dari
aluminium dan plastik. Ia harus bekerja cepat, jika lambat sampah-sampah yang
berharga itu akan direbut rekannya yang
juga mengais rejeki dari tumpukan sampah. Perasaannya gembira apabila
kendaraan sampah datang, ia berharap akan banyak sampah-sampah aluminium dan plastik.
“Sampah-sampahnya harus pisahkan atau
dipilah-pilah berdasarkan jenisnya, makanya dari rumah saya membawa beberapa
goni. Agar mudah untuk dijual kepada pengepul,” tutur Ani.
Sambil mengais-ngais sampah Ani
menuturkan bahwa ia memiliki 3 orang anak, saat ini anak-anaknya pergi
merantau. Di Selatpanjang ia hanya tinggal berdua dengan suaminya yang bekerja
sehari-hari sebagai tukang becak.
![]() |
| Bu Ani mengumpulkan sampah |
“Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membantu pendapatan suami. Pendapatan tukang becak tidak tetap, kadang-kadang satu hari bisa tidak membawa uang seperserpun. Kalau saya tidak membantu mencari nafkah akan sulit bagi kami untuk makan dan membayar sewa rumah,” ucap Ani.
Dari
kegiatannya sebagai pemulung, Ani tidak tau pasti berapa satu hari yang ia
dapatkan. “Pendapatannya tidak tentu, kalau lagi beruntung sampah alumminium
banyak, banyak yang saya dapatkan. Paling enak itu pada musim lebaran atau
imlek, sampah-sampah kaleng minuman aluminium banyak sekali. Kalau hari-hari
biasa ini sangat sedikit, kalau mau dapat banyak harus nyari sampah disekitar
rumah-rumah makan. Itu pun harus cepat, kalau lambat sudah diambil pemulung
lain,” ujar Ani.
home
Home
Posting Komentar