News Update :
Home » » Ani, Hidup Dari Tumpukan Sampah

Ani, Hidup Dari Tumpukan Sampah

Penulis : Cik Siti on Selasa, 07 Mei 2013 | 06.42

SELATPANJANG – Sebagian dari masyarakat Selatpanjang tentu jijik bila melintas di jalan Rumbia, tepatnya di tempat pembuangan sampah sementara yang berada dipinggiran aliran anak sungai itu. Bau busuk yang menyengat memang dari sampah-sampah membuat siapa saja yang melintasi jalan tersebut menutup hidung. Namun tidak demikian dengan Ani (47), ibu paruh baya ini, setiap pagi nongkrong di sana menunggu kendaraan petugas kebersihan membuangkan sampah disana.
Dari pukul 08.00 WIB, Ani dengan berbekal karung goni ukuran 50 kg sudah berada diantara tumpukan sampah. Tak lengah, ia mengais-ngais sampah berupa kaleng, botol, gelas minuman yang terbuat dari aluminium dan plastik. Ia harus bekerja cepat, jika lambat sampah-sampah yang berharga itu akan direbut rekannya yang  juga mengais rejeki dari tumpukan sampah. Perasaannya gembira apabila kendaraan sampah datang, ia berharap akan banyak sampah-sampah aluminium dan plastik.
“Sampah-sampahnya harus pisahkan atau dipilah-pilah berdasarkan jenisnya, makanya dari rumah saya membawa beberapa goni. Agar mudah untuk dijual kepada pengepul,” tutur Ani.
Sambil mengais-ngais sampah Ani menuturkan bahwa ia memiliki 3 orang anak, saat ini anak-anaknya pergi merantau. Di Selatpanjang ia hanya tinggal berdua dengan suaminya yang bekerja sehari-hari sebagai tukang becak.

Bu Ani mengumpulkan sampah

“Hanya ini yang bisa saya lakukan untuk membantu pendapatan suami. Pendapatan tukang becak tidak tetap, kadang-kadang satu hari bisa tidak membawa uang seperserpun. Kalau saya tidak membantu mencari nafkah akan sulit bagi kami untuk makan dan membayar sewa rumah,” ucap Ani.
Dari kegiatannya sebagai pemulung, Ani tidak tau pasti berapa satu hari yang ia dapatkan. “Pendapatannya tidak tentu, kalau lagi beruntung sampah alumminium banyak, banyak yang saya dapatkan. Paling enak itu pada musim lebaran atau imlek, sampah-sampah kaleng minuman aluminium banyak sekali. Kalau hari-hari biasa ini sangat sedikit, kalau mau dapat banyak harus nyari sampah disekitar rumah-rumah makan. Itu pun harus cepat, kalau lambat sudah diambil pemulung lain,” ujar Ani.
Untuk jenis kardus bekas yang masih bagus dijual ke pedagang pengumpul seharga Rp400/kg, gelas bekas air mineral Rp1.000/kg, sedangkan kaleng aluminium Rp10.000/kg. ’’Uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ani. rahmi


Tempat Pembuangan Sampah di Jl. Rumbia Selatpanjang
Share this article :

Posting Komentar

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Meranti Updates . All Rights Reserved.
Design Template by Bakharuddin | Support by creating website | Powered by Blogger