News Update :
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

HWK Berikan Pakaian Bekas Layak Pakai kepada Kaum Duafa

Penulis : Siti Rahmi on Jumat, 19 Juli 2013 | 14.32

Jumat, 19 Juli 2013


SELATPANJANG – Tampa kita sadari lemari pakaian kita seringkali penuh sesak dengan pakaian, anehnya kebanyakan dari pakaian tersebut sudah tidak kita pakai lagi, mengapa tidak kita salurkan saja sebagian dari pakaian tersebut daripada hanya jadi asesoris lemari? Terlebih lagi di bulan suci Ramadhan ini moment kita untuk berbagai kepada sesama.
Demikian yang disampaikan oleh Khairiah Defril, Ketua HWK Kabupaten Kepulauan Meranti kepada wartawan, jum'at (19/7) kemarin ketika melakukan sortir pakaian-pakaian bekas yang layak pakai.
"Sebenarnya kegiatan ini sudah lama kita rencanakan, namun sepertinya moment Ramadhan dan menyambut Lebaran, adalah moment yang tepat. Banyak diantaran saudara-saudara kita yang tidak mampu untuk membeli pakaian baru untuk lebaran. Mudah-mudahan pakaian-pakaian bekas namun layak pakai ini, bisa mereka gunakan menyambut Lebaran nanti," sebut ibu dua orang anak ini.
Selain memberikan pakain bekas layak pakai, pihaknya juga memberikan santunan kepada kaum duafa dan anak yatim piatu. Dengan menyumbang pakaian yang sudah tidak kita pakain lagi serta memberikan santunan, Insya Allah kita tidak termasuk manusia-manusia pengeloksi benda-benda dunia. Kalau kita mau sedikit merenung, di dunia ini masih banyak manusia  yang hidupnya kurang beruntung," ucapnya.
Ditambahkan, Hj Nurmaharani, Sekretaris HWK Kepulauan Meranti, acara pemberian pakaian bekas dan santunan ini akan dilaksanakan pada sabtu (20/7) di Gedung Wanita Selatpanjang, dirangkai juga dengan acara berbuka bersama. "Selain memberikan santunan, dan berbuka bersama, nanti juga akan ada tausiyah dari uztad untuk memberikan pencerahan kepada kita semua," sebut Hj Nurmaharani.
Dalam menggelar acara ini, dijelaskan Nurmaharani, HWK mengumpulkan pakaian bekass dan dana santunan dari masing-masing anggota, serta dibantu oleh beberapa orang donator. "Alhamdulillah kegiatan kita didukung oleh beberapa pihak, salah satu penyumbang kita berasal dari Negara Singapore" beber Ani.
Dari pantuan ketika HWK melakukan sortir pakaian, terlihat pakaian-pakian bekas yang disumbangkan memang masih layak pakai, masih terlihat bagus dan model masa kini. Sebagian besarnya adalah pakaian baju kurung yang bisa digunakan untuk berlebaran oleh kaum duafa. Rahmi

komentar (2) | | Read More...

Kehadiran Pinbuk Meminimalisir Rentenir di Meranti

SELATPANJANG  - Lemahnya system ekonomi masyarakat kecil sering dimanfaatkan oleh rentenir. Masyarakat yang membutuhkan modal usaha dan pinjaman, mau tak mau harus rela membayar bunga yang cukup tinggi yang dikenakan oleh para rentenir.
Oleh karena itu, Abdul Jabir Uksim, Ketua Umum Pinbuk Pusat berharap dengan hadirnya Pinbuk (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Riau Pesisir akan meminimalisir para rentenir yang selama ini terlalu memberatkan masyarakat.
Yang menjadi kendala adalah masyarakat yang relatif kurang terhadap Koperasi. Adanya trauma terhadap koperasi yang telah mengecewakan anggo­tanya. Ke­perca­yaan yang menurun kepada pengurus karena ssesuatu hal. Disisi lai telah terjadi degradasi kultural dimana jiwa gotong royong semakin tergerus oleh sifat infividualisme. "Namun patut kita syukuri dengan adanya telah disyahkannya UU Nomor 1 tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. Dimana, dalam uu ini tidak diperbolehkan perorangan atau kelompok yang tanpa berbadan hukum melaukan pengumpulan dan menyaluran dana masyarakat, seperti rentenir," sebut Jabir.
Lebih rinci Jabir menjelaskan bahwa Pinbuk adalah salah satu bentuk Lembaga Pengembang Ekonomi Swadaya Masyarakat (LPESM) adalah lembaga pengembang ekonomi yang tumbuh dan berkembang serta dimiliki oleh masyarakat. Bisa dikatakan Pinbuk merupakan Lembaga Keuangan Islam. Pinbuk merupakan  suatu  model pendekatan baru yang diterapkan untuk mempercepat penciptaan calon pengusaha baru (tenant) atau peningkatan kualitas pengusaha kecil yang tangguh dan profesional. Program pembinaannya dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan selama jangka waktu tertentu sampai mereka mandiri dan sanggup beradaptasi dengan dunia usaha yang sebenarnya.
Sementara itu, Mizan Asnawi, Ketua inbuk Gugus Wilayah Riau Pesisir meatakan Salah satu dukungan yang diberikan oleh Pinbuk adalah Baitul maal wattamwil (BMT) atau operasi Syariah. Baitul maal lebih mengarah pada usaha – usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang non – profit, seperti; zakat, infaq dan shadaqah. Sedangkan baitut tamwil sebagai usaha pengumpulan dan penyaluran dana komersial. Usaha – usaha tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari BMT sebagai lembaga pendukung kegiatan ekonomi masyarakat kecil dengan berlandaskan syariah.
"Peran umum BMT yang dilakukan adalah melakukan pembinaan dan pendanaan yang berdasarkan sistem syariah. Peran ini menegaskan arti penting prinsif – prinsip syariah dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Sebagai lembaga keuangan syariah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat kecil yang serba cukup ilmu pengetahuan ataupun materi maka BMT mempunyai tugas penting dalam pengemban misi keislaman dalam segala aspek kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu , BMT diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam memperbaiki kondisi ini. Dengan keadaan tersebut keberadaan BMT setidaknya mempunyai beberapa peran, diantarnaya adalah melepaskan ketergantungan pada rentenir, masyarakat yang masih tergantung renternir disebabkan renternir mampu memenuhi keinginan masyarakat dalam memenuhi dana dengan segera. Maka BMT harus mampu melayani masyarakat lebih baik, misalnya selalu tersedia dana setiap saat, birokrasi yang sederhana dan lain sebagainya," imbuh Mizan. rahmi


komentar | | Read More...

Ormas/LSM/NGO Terpasung UU Ormas

Penulis : Siti Rahmi on Senin, 15 Juli 2013 | 14.39

Senin, 15 Juli 2013


SELATPANJANG - Terkait pengesahan UU Ormas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Selasa 2 Juli 2013 yang didukung oleh Mayoritas Fraksi yang ada di DPR-RI kecuali Fraksi Gerindra, PAN dan HANURA tersebut tidak hanya menjadi penolakan dari berbagai kalangan Ormas dan Mahasiswa di daerah Perkotaan dan Ibu kota Jakarta saja, bahkan aktivis Ormas serta Mahasiswa Riau daerah Pesisir juga menolak keras pengesahan UU tersebut.
Salah seorang figur Ormas Provinsi Riau, Dewan Perwakilan Anggota (DPA) Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Kepulauan Meranti, Isnadi Esman, S.Pd kepada Wartawan melalui Rilis Persnya, Senin (15/7), menyebutkan UU Ormas akan memasung gerak dan perjuangan Ormas/LSM/NGO untuk dalam menyuarakan penderitaan yang dialami masyarakat bawah dalam rangka mengawal kebijakan pemerintah.
"Pada intinya, kita tetap keberatan atas UU Ormas yang telah disahkan oleh sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Selasa 2 Juli 2013 juga terkait pengesahan RUU APBN-P 2013, 17 Juni 2013 yang lalu, dimana didalamnya juga memuat kenaikan BBM dan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), itu kita nilai sangat menekan masyarakat khususnya di Kepulauan Meranti, apalagi seperti wilayah Pesisir ini semua bahan-bahan pokok dan barang lainnya harga naik drastis sebagaimana imbas dari kenaikan BBM tersebut," ucapnya.
Dijelaskan Isman, Ormas/LSM dan NGO adalah pemyeimbang dalam berjalannya sebuah roda pemerintahan, karena lembaga-lembaga swadaya ini dapat menjadi corong masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya baik secara lisan maupun tulisan terhadap suatu keberatan kebijakan yang dirasa merugikan bahkan mengekang kebebasan masyarakat, dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah. Namun saying, UU Ormas akan membuat Ormas/LSM dan NGO tidak bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan hak masyarakat.
"Dua kebijakan tersebut menyisakan banyak dilema dimasyarakat pesisir yang mayoritas berada diwilayah dampinganya yakni wilayah gambut. Kita sangat ingin Pemerintah tememandang kebawah bagaimana situasi dan kondisi yang harus diseimbangi dengan kebijakan yang akan diambil sehingga segala bentuk kebijakan yang akan ditetapkan tidak mensesarankan sepihak serta dapat membawa dampak yang tidak baik pada akhirnya.
Disahkannya UU Ormas dapat dinilai bahwasanya organisasi merupakan partisipasi dari kegiatan Pemerintah, bukanlah penyeimbang, sehingga kedepan organisasi yang kritis dapat dibubarkan Pemerintah. Karena mereka mengangap masyarakat sebagai sumber konflik yang selalu dicurigai kritik serta saran dari masyarakat sipil adalah musuh dan membahayakan Negara. Hal itu lah yang kita tidak inginkan, seharusnya Pemerintah memandang masyarakat sebagai satu kesatuan Bangsa dalam menjalankan roda Pemerintahan bukan untuk di curigai, ungkap Didi.
Senada disampaikan salah seorang aktivis Mahasiswa Perguruan Tinggi di Riau, Hengki Saputra, S.Pd kepada para awak media berpendapat bahwa UU Ormas merupakan salah satu bentuk gaya lama dalam kebebasan bersuara dan berserikat ditengah-tengah masyarakat, tentunya hal ini membuat segala bentuk kebijakan yang kita nilai tidak sejalan dengan masyarakat atau Ormas akan berdampak tidak baik serta mengekang masyarakat.
"Hal ini lah yang membuat kita dari kalangan Mahasiswa juga menolak keberadaan UU dan RUU tersebut apalagi dengan kondisi BBM kita yang naik serta kita melihat penyaluran BLSM yang sampai saat ini masih terdapat banyak polemic dimana-mana. Sebagai contoh terkait data penyaluran BLSM yang tidak efisien bahkan tidak tepat sasaran. Sehingga ini membuat Ormas tidak dapat menyuarakan kembali permasalahan yang terjadi tersebut secara bebas terkait telah di sahkannya UU Ormas," ucap pria kelahiran Bengkalis tersebut. Rahmi

komentar | | Read More...

Dedi Putra : Jadikan Moment Ramadhan Memperkuat Toleransi Umat Beragama

Penulis : Siti Rahmi on Jumat, 12 Juli 2013 | 15.39

Jumat, 12 Juli 2013

SELATPANJANG  – Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra SHi meminta umat muslim yang ada di Kabupaten Kepuauan Meranti untuk bisa menjaga kekhusukan bulan suci Ramadhan agar ibadah puasa yang dijalankan benar-benar diterima oleh Allah SWT. Namun disamping itu juga ia berharap dan meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Kepulauan Meranti agar menghormati dan menghargai umat yang menjalankan ibadah puasa, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa secara khusuk.
"Selain menjaga kekhusukan ramadhan, umat muslim juga diminta untuk menghargai umat yang tidak berpuasa, begitu pula sebaliknya yang tidak berpuasa hendaknya menghormati mereka yang berpuasa, dengan demikian akan tercipta toleransi umat beragama, kerukunan, kedamaian dan ketentraman di daerah ini. Momen Ramadhan ini harus kita jadikan sebagai memperkuat toleransi umat beragama," sebut politisi PPP ini.
"Dalam mewujudkan suasana tentram, aman dan damai bagi kaum muslimin dan muslimat yang sedang menunaikan ibadah puasa, saya minta perhatian kepada seluruh lapisan masyarakat Kepulauan Meranti yang terdiri dari berbagai etnis dan agama, agar dapat dengan penuh kesadaran dapat menghormati dan menghargai mereka-mereka yang berpuasa," pinta Dedi Putra SHi, Juma'at (12/7) kemarin.
Menurut Dedi, momen ramadhan dengan kita beribadah puasa, harusnya menjadikan pribadi umat muslim jadi lebih sabar dan tidak mudah tersulut amarah, sehingga mampu menjadi sebuah daerah menjadi lebih tenang. "Saya sangat miris ketika mendengar di beberapa daerah ada umat muslim yang justru pada bulan puasa bersikap tidak sementara berpuasa. Misalnya melakukan sweeping atau cara lainnya sehingga di daerah itu tidak terasa keamanan ketika menjalankan ibadah puasa," ucapnya.
Dikatakannya, bahwa kaum muslimin tentu menyadari ibadah puasa mengandung hikmah yang sangat besar. Karena melalui ibadah puasa, kaum muslim dididik serta ditempa untuk bisa mengendalikan hawa nafsu terlebih guna meningkatkan iman dan taqwa kepada kepada Allah SWT.
Ketua DPC Partai berlambang Ka'bah ini juga berharap, bagi segenap lapisan masyarakat dalam menjalani tugas dan poksinya sehari-hari tetap bisa dijalani secara baik, tanpa mengorbankan kejiwaan berpuasa serta tetap melaksanakan tugas sebagaimana mestinya."Jauhi perbuatan yang dapat mengganggu yang bisa membatalkan puasa saudara-suadara kita yang sedang berpuasa sehingga bisa membatalkan pahala puasanya," ujar Dedi Putra.
Pada kesempatan itu pula, Dedi Putra SHi selaku Wakil Rakyat Kepulauan Meranti mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan 1434 Hijriah/2013 Miladiyah.
"Semoga ibadah puasa tahun ini dapat dilaksanakan dengan baik serta mendapat ganjaran pahala yang berlipat dari Allah SWT. Bagi saudara-saudara yang tetap bekerja di bulan suci ini sambil menunaikan ibadah puasa, semoga mendapat nilai tambah dari Allah SWT," pungkas Politisi Muda PPP itu. rahmi

komentar | | Read More...

Pemkab Meranti Kembali Gerakkan Gerbong Mutasi

SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan mutasi sejumlah pejabat eselon II, III, IV dan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Bupati Kepulauan Meranti  mengharapkan pelantikan yang sebagian besarnya merupakan promosi , dilaksanakan dalam suasana pada Bulan suci Ramadhan ini memberikan nuansa sejuk, dan akan memotivasi kinerja para pejabat yang dilantik.
"Hari ini, Kembali gerbong bergerak di Kabupaten Kepulauan Meranti, ada 76 orang pejabat yang dilantik mulai dari pejabat eselon II, III, IV dan Kepala Sekolah. Pelantikan ini merupakan promosi yang dilakukan terhadap para pejabat yang naik eselonnya, dari eselon IV jadi III, dari eselon III ke eselon II, tapi bukan sebaliknya," sebut Bupati dalam pidato pelantikan pada Jum'at (12/7) kemarin di aula RSUD Selatpanjang.
Lebih jauh Bupati menjelaskan, promosi yang dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan jenjang karir pegawai sehingga memberi ruang kepada pegawai untuk berekspresi, berkreasi, lebih maksimal lagi. "Begitu pula pengisian jabatan kosong karena pejabat sebelumnya memasuki usia pensiun, dan pejabat yang mutasi atau pindah tugas keluar dari Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Pada hari ini dilakukan pelantikan yaitu promosi,  rotasi, pengisian bebrapa jabatan yang kosong. Dan dilakukan beberapa penyusaian jabatan dimana beberapa pejabat, menurut peraturan berlaku harus disesuaikan kembali esolonnya, ada eselon IIIA diturunkan ke eselon IIIB, hal ini dilakukan dalam rangka penyesuaian jabatan untuk pembinaan karir dan kenaikan pangkat. Sedangkan sejumlah Camat dilantik merupakan rotasi untuk penyegaran," sebut Bupati
Pejabat yang dilantik  diharapkan untuk dapat meningkatkan lagi kinerja, bekerja lebih baik dalam rangka memaksimalkan pelayanan masyarakat. Selain pembinaan karier proses mutasi dapat memberikan sebuah atmosfer baaru dalam rangka penyegaran dan juga melakukan harmonisasi di dalam pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja. " Kami memahami dalam bekerja ada hal-hal yang tidak sesuai, ada yang tidak sinkron antara atasan dan bawahan, antara bawahan dengan bawahan. Dengan rotasi yang kita lakukan hari ini, meminimal hal-hal yang tidak diinginkan, akan memantapkan komunikasi dan akan memantapkan kinerja dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat.

Sejumlah pejabat yang dilantik diantaranya Drs H Ishak Izrai mantan Kadis Pariswitasa yang sempat nonjob ini dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pemasyarakatan dan SDM, Ir Anwar Zainal menduduki Kepala Dinas Perikanan dan Kelauatan menggantikan Ir. Ramli Mohd. Ali. Anje/sawal
komentar | | Read More...

Pemulung Miskin Tak Dapat BLSM

Penulis : Siti Rahmi on Kamis, 11 Juli 2013 | 15.36

Kamis, 11 Juli 2013

KOWALISI : Minta Kearifan Pemkab Meranti dan Kesadaran masyarakat
Selatpanjang – Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) seyogianya dinikmati oleh masyarakat miskin, namun sungguh ironis, di saat ribuan orang prasejahtera menerima 'bagi-bagi' uang dari Pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Puluhan Warga miskin yang tersebar dilingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti mengaku tidak mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang saat ini sudah mulai disalurkan.

Beberapa pemulung miskin mengakui bahwa mereka tidak mendapatkan dana kompensasi BBM tersebut. Meskipun demikian, ia tidak berkecil hati. Baginya masyarakat kecil yang sudah sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil. "Mungkin sudah takdir kami rejeki kami hanya dari sampah ini, tidak masalah kalau tidak dapat bantuan yang penting hari ini kami masih bisa makan dengan apa adanya," tuturnya Ayu (30) saat mengais-ngais sampah di Tempat Pembuangan Sementara jalan Rumbia yang hanya berjarak 100 meter dari Kantor Camat Tebing Tinggi dimana sedang dilaksanakan penyerahan BLSM.
Sementara Siti Arbi (35) Warga Jalan Pelabuhan Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti bersama suaminya yang seprofesi, juga mengalami nasib yang sama. Ironis memang, didalam kehidupan kesehariannya dikerumunan sampah-sampah,  keluarga ini mengaku tidak medapat BLSM.
Ibu tiga anak ini juga mengeluh, Dikarnakan kenaikan BBM, kebutuhan pokok semua naik,  jelas saat ini beban kebutuhan mereka dalam keseharian juga semakin besar, Sedangkan penghasilan perhari meraka  hanya mencapai Rp20.000,-(Dua Puluh Ribu Rupiah)Perorangnya.
Memang mereka melihat para tetangga mendapatkan  uang kompensasi dari kenaikan harga BBM itu, Namun, tak ada gambaran mereka tersentuh bantuan tersebut, mereka hanya dipukul dengan dampak tingginya harga BBM, karna Ia mengaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, harus banyak sampah mereka gali.
Bukan hanya keluarga Siti Arbi diantara yang tak dapat "bagi-bagi" Uang dari pemerintah, rupanya itu juga dirasakan 10KK Warga Suku Asli (akit) Suak Nipah Kelurahan Teluk Belitung,Kecamatan Merbau.
Menurut warga tempatan, Apong (37), 10KK Suku Asli Suak Nipah yang tak dapat "bagi-bagi" Uang dari pemerintah itu, memang benar-benar orang miskin, para keluarga itu tinggal dirumah gubuk tak layak huni dan diperparah juga dengan kondisi Tanah tumpangan.
Sementara itu, Komunitas Wartawan Peduli Kasih (Kowalisi) Kabupaten Kepulauan Meranti pada saat penyerahan bantuan dan santunan kepada para pemulung di TPS Rumbia beberapa waktu lalu mengharapkan ada solusi dari Pemerintah melalui instansi terkait untuk menangani hal ini, karena tak tertutup kemungkinan masih banyak masyarakat yang seharusnya layak menerima BLSM tidak mendapatkan hak mereka.
"Kita minta kearifan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menangani hal ini, bagaimana masyarakat yang seharusnya mendapatkan BLSM bisa menikmatinya juga. Dan kita juga minta kesadaran masyarakat penerima BLSM yang mampu untuk menyerahkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang miskin yang sebenarnya lebih layak untuk mendapatkan uang tersebut," pungkas Ketua Kowalisi, Syawaluddin. (rahmi)    

komentar | | Read More...

C&R Gandeng Pantai Hospital Malaysia Gelar Seminar Kesehatan

Penulis : Siti Rahmi on Selasa, 02 Juli 2013 | 15.10

Selasa, 02 Juli 2013


Alang : Kami Peduli Kesehatan Masyarakat di Meranti 
SELATPANJANG – Apotek C&R menggandeng Pantai Hospital menggelar Seminar dan Konsultasi Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Pemilik Apotek C&R, Alang alias Djono mengatakan, bahwa saat ini masyarakat umum banyak yang tidak mengetahui tentang penyakit dan gejala-gejalanya, padahal penyakit tersebut terus saja mengincar manusia. "Jika kita tau tentang penyakit tersebut, bagaimana penularannya, apa saja gejalanya dan bagaimana pencegahannya, mudah-mudahan kita bisa terhindar dari penyakit," sebut Alang yang juga pemilik agen perjalanan Travel King itu.

Seminar dan Konsultasi Kesehatan gratis yang digelar pada minggu (30/6) kemarin di Gedung Wanita, jalan Tengku Umar Selatpanjang, dikunjungi ratusan masyarakat Selatpanjang yang ingin mendengar langsung penjelasan tentang penyakit dari dokter ahli asal Malaysia.
Marketing/PR (Publik Relation) Eksekutif Hospital Pantai, R. Rajam dalam sambutannya menyebutkan seminar dan konsultasi yang digelar tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyaakat Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap pentingnya menjaga kesehatan. "Kami merasa prihatian dengan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti yang masih kurang mengetahui tentang penyakit-penyakit yang membahayakan kesehatan. Kegiatan ini juga merupakan bentuk terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap hospital kami," sebutnya.
Dijelaskan R. Rajam, pihaknya menerima 1000 kali kunjungan dari Kabupaten Kepulauan Meranti dan Riau umumnya dalam satu tahun. Kunjungan pasien pun setiap tahunnya terus mengalami peningkatan senilai 10% tiap tahunnya. "Dengan jumlah kunjungan yang cukup besar dan peningkatan setiap tahunnnya, ini menunjukkan bahwa hospital kami dipercaya dan diterima oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti," beber Rajam.
R. Rajam menyebutkan Hospital pantai sedang menuju langkah dalam menawarkan berbagai program yang hemat dan menguntungkan bagi sebegap bangsa. Rumah sakit ini juga mempunyai inovasi dan visi yang dapat dipercaya dalam dunia kesehatan. Di era millennium saat ini, masyarakat sudah pintar bagaimana menjaga kesehatan mereka, serta factor and fasilitas yang akan menunjang untuk kesehatan mereka. Makanya tidak salah Pantai Hospital adalah tempatnya untuk mempersiapkan diri dalam menjaga kesehatan yang terintergrasi.
"Kami juga memberikan layanan yang lebih atau special kepada pasien yang berasal dari Kepulauan Meranti ataupun Indonesia. Layanannya lebih dari pasien local dari Negara kami sendiri. Kita akan siap menjemput pasien yang berobat dari pelabuhan begitu sampai di Malaysia, siap antar jemput dari penginapan ke hospital, maupun sebaliknya. Intinya kita mempersiapkan transportasi mereka secara cuma-cuma," ungkap PR Eksekutif ini.
Acara Seminar dan Konsultasi Kesehatan ini dihadiri oleh ratusan pasien yang datang silih berganti. Dr Misri Hasanto, sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti yang meresmikan langsung acara tersebut, dalam sambutannya menyambut baik kegiatan yang dilakukan Hospital Pantai. "Saya berharap, masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan.
Seminar itu sendiri, mengangkat masalah kesehatan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang disampaikan oleh pakar THT, Dr Sreetharan dan Dr Alhamd Radzi pakar kanker yang mengangkat tema "Salah anggapan penyakit kanker,". Dalam mensukseskan kegiatan tersebut, Hospital Pantai menggandeng IDI Riau DPD Tiara Kusuma. rahmi
komentar | | Read More...

Aksi Golkar Bagikan Masker ke Sekolah

Penulis : Cik Siti on Senin, 01 Juli 2013 | 11.41

Senin, 01 Juli 2013

Harga Masker Melonjak 2 Kali Lipat
SELATPANJANG – Dihari-hari biasa harga masker yang dijual disejumlah apotek di Selatpanjang hanya berkisar Rp 1000, namun belakangan semenjak kabut asap menyerang kota Selatpanjang dan sekitarnya, harga masker melonjak 2 kali lipat bahkan lebih. Lonjakan harga terhadap pelindung pernapasan manusia ini dialami oleh sejumlah warga masyarakat di Selatpanjang. Meskipun kecewa dengan naiknya harga masker di pasarann namun Pengurus Golkar dan HWK Kepulauan Meranti tetap mengupayakan bagi-bagi masker ke masyarakat, yang dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.

Khairiah Defril Ketua HWK Kabupaten Kepulauan Meranti, ketika usai membagi-bagikan masker di Alai Kecamatan Tebing Tinggi Barat, menyayangkan adanya kenaikan harga masker. menurutnya harga masker melonjak, tak hanya di Selatpanjang bahkan di Pekanbaru. “Dalam kabut kondisi asap, kita upayakan membagi-bagikan masker setiap hari kepada masyarakat. Untuk hari ini (jum’at, 21/6/2013) kita bagikan 1000 masker ke masyarakat, stok dari apotek di Selatpanjang, namun untuk kegiatan bagi-bagi masker besok stok kita sudah tidak ada lagi, kita pesan ke Pekanbaru, tapi harganya malah lebih mahal dari di Selatpanjang,” tutur Khairiah.

Khairiah menyebutkan organisasinya membagikan masker memang tidak dalam jumlah yang banyak, namun diusahakan secara kontinyu. “Kita khawatirnya kalau dikasi hari ini keseluruhannya, besok masyarakat sudah tidak punya masker lagi. Kegiatan kita usahakan setiap hari, sesuai dengan kemampuan kita, asalkan masyarakat bisa terlindung dari ISPA,” sebutnya, yang rencanya 1000 masker akan dibagikan lagi pada hari sabtu, karena kemungkinan masker yang telah dibagikan tidak bisa digunakan lagi.

Sementara itu, salah seorang pejuang pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti, yang juga Politisi Golkar, Hj Nurmaharani mengharapkan pada pengusaha tidak memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada dengan menaikkan harga masker. “Ini kan bencana alam yang sedang melanda daerah kita, seharusnya ada kepedulian dari seluruh pihak termasuk pengusaha apotek. Saat ini seluruh komponen masyarakat bahu membahu saling membagikan masker kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit ISPA akibat kabut asap, tapi penghusaha apotek malah memanfaatkan situasi yang ada ini. Saya berharap kita sama-sama peduli dengan bencana ini,” ucapnya.

Dari pantuan  di sejumlah apotek di Selatpanjang, penjualan masker memang laris manis layaknya kacang goeing. Bahkan masker ada yang diborong dalam jumlah besar. Diakui sejumlah apotek di Selatpanjang, mereka terpaksa menaikkan harga karena harga masker di agen di Pekanbaru turut melonjak, ketika mereka melakukan pemesanan, harganya sudah tidak seperti biasa lagi, merekapun harus menjual apotek dengan harga Rp 2000.
rahmi


komentar | | Read More...

PERINGATI HUT BHAYANGKARA, POLSEK TEBING TINGGI GELAR BAKTI SOSIAL

Penulis : Siti Rahmi on Senin, 24 Juni 2013 | 22.47

Senin, 24 Juni 2013

SELATPANJANG - Memperingati Hari Bhayangkara ke-63, Kepolisian Sektor Tebing Tinggi mengadakan kegiatan Bhayangkara  Baksi Sosial yang diselenggarakan hari i Sabtu 22 Juni 2013 kemarin. Kegiatan Bakti social diawali dengan membagi-bagikan masker sebanyak 1000 buah ke masyarakat yang melintasi jalan Kesehatan, Selatpanjang. Aksi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor Tebing Tinggi, Kompol Jujur Junjungan Hutapea. Kegiatan ini juga melibatkan organisasi Bhayangkari yaitu persatuan istri polisi se Kabupaten Kepulauan Meranti, yang diketuai oleh Ny Elen Jujur J. Hutapea.


Usai membagi-bagikan masker, rombongan Polsek Tebing Tinggi menuju Gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) untuk memberikan bantuan sumbangan berupa semen. Pihak Gereja HKBP yang diwakili oleh Pendeta D.R Partungkoan Simanjuntak sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh pihak Polsek Tebing Tinggi, karena saat ini gereja memang sedang membangun.

Aksi bakti social Bhayangkara dilanjutkan menyerahkan bantuan yang sama ke surau Al Ikhlas yang terletak di jalan Sidomulyo. Pranoto, salah satu panitia pembangunan surau Al Ikhlas berharap bantuan yang diberikan oleh Polsek Tebing Tinggi ini, menjadi pembuka jalan bagi instansi pemerintah lainnya untuk peduli dan membantu pembangunan rumah-rumah ibadah yang sedang dalam tahap pembangunan.

Sementara itu itu, Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Jujur Junjungan Hutapea  menyebutkan aksi ini merupakan wujud Paradigma baru Polri yang dekat dengan masyarakat. Polisi dan masyarakat bekerjasama dalam memecahkan persoalan tak hanya masalah kriminalitas, , gangguan keamanan dan masalah lain yang dapat menganggu ketentraman masyarakat, namun turut membantu dalam membangun rohani masyarakat.

"Sebelumnya anggota Polri cenderung melihat dirinya sebagai pemegang otoritas kekuasaan, hingga institusi kepolisian dipandang semata - mata sebagai alat Negara imbasnya, pendekatan kekuasaan dengan bentuk tindakan represif acap kali mewarnai pelaksanaan tugas dan wewenangnya. Kita sebenarnya dalam posisi dilematis, ketika kita ingin menegakkan hukum kita harus berhadapan dengan massyarakat. Makanya timbul persepsi bahwa polisi cenderug menumbuhkan sikap dengan penampilan yang formal, eksklusif dibanding masyarakat lainnya. Dampaknya, membuat legitimasi kepolisian di mata publik pudar, ironisnya membuat dukungan publik berkurang dan citra polisi pun ikut buruk," sebutnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, dengan kegiatan bakti social ini, kita ingin masyarakat mengerti dengan tugas kita, bahwa sesungguhnya kita ini peduli dengan masyarakat itu sendiri.  Polisi merupakan mitra  masyarakat. Pada dasarnya hubungan Polri dengan warga masyarakat terbagi dalam tiga katagori.Pertama, posisi seimbang atau setara, dimana polisi dan masyarakat menjadi mitra yang saling bekerja sama dalam rangka menyeiesaikan berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat.Kedua, posisi polisi yang dianggap masyarakat sebagai mitranyanya, sehingga beberapa kebUtuhan rasa aman harus dipahami dan dipenuhi, Ketiga, posisi polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, sekaligus sebagai aparat penegak hukum yang dapat dipercaya.Dalam pada itu, Polmas harus dilihat dari perspektif polisi, juga masyarakat serta hubungan polisi dan masyarakat.Pertama ddlam pespektif polisi, aparat merasakan adanya kebutuhan yang lebih besar untuk mempefbaiki hubungan bdik dengan komunitas setempat.Kedua dalam perspektif masyarakat, adanya pengakuan yang sertiakin besar dari warc)a masyarakat, bahwa mereka mempunyai hak dan seharusnya mendapatkan pelayanan Polisi yang lebih baik.Ketiga, dalam perspektif hubungan polisi dan masyarakat, harus dilihat bahwa kejahatan merupdkan produk masyarakat, oleh sebab itu menjadi wajar bila setiap upaya mengatasi kejahatan harus berakar dari masyarakat itu sendiri. Warga Desa menyadari untuk dapat mengoptimalkan peran kepolisian dalam masyarakat, tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pihak Polri - melainkan masyarakat juga ikut berperan setidaknya untuk menyadari peran Polri yang diinginkan masyarakat. Anje


komentar | | Read More...

Antisipasi Ispa, Diskes imbau Masyarakat Gunakan Masker dan Kurangi Aktifitas Diluar Ruangan

Penulis : Siti Rahmi on Kamis, 20 Juni 2013 | 07.05

Kamis, 20 Juni 2013

Selat Panjang berkabut
SELATPANJANG – Kabut asap yang menyelimuti kota Selatpanjang seminggu terakhir semakin mengkhawatirkan, beberapa warga Selatpanjang mengeluh dengan sejumlah penyakit pernafasan yang semakin meningkat. Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti menghimbau masyarakat yang beraktifitas diluar untuk selalu menggunakan masker. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, dr. Misri Hasanto, rabu (19/6) kemarin.
"Dengan kondisi daerah kita yang diselimuti kabut asap ini sangat rentan menimbulkan penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Jadi kita menghimbau kepada seluruh masyarakat agar ketika melakukan katifitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Kalau bisa kegiatan di luar rumah dihindari untuk sementara waktu," imbau Misri.
Warga juga dihimbau untuk menggunakan pakaian tertutup seperti lengan panjang dan jaket saat keluar rumah. Tujuannya, agar sinar matahari dan kabut asap tidak bersentuhan langsung dengan kulit yang berpotensi menimbulkan penyakit iritasi seperti alergi dan infeksi kulit. Saat pulang dari bepergian, atau hendak makan warga dianjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan mandi sehingga debu yang melekat dan bakteri tidak masuk ke tubuh baik melalui pernafasan atau pun makanan.

Namun, jika warga merasakan gejala-gejala sakit hendaknya langsung berobat ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. "Kita sudah siapkan obat-obatan di puskesmas, jadi warga yang sakit bisa langsung dilayani pemeriksaan kesehatannya," tukasnya.
Beberapa warga yang berhasil diwawancarai mengeluhkan batuk, sakit pada tenggorokan, beringus, sesak nafas yang turut disertai dengan sakit kepala dan badan pegal. Seperti yang dituturkan oleh Ratna (36) warga Alahair, Selatpanjang yang mengakui ketika berjualan dipasar, belakangan ia sering mengalami batuk dan sesak nafas dan sakit kepala. "Keluhan ini saya dapati sejak ada kabut di Selatpanjang, sudah panas tambah lagi kabut, saya sering tidak tahan berlama-lama berada di luar rumah," ucapnya. rahmi


komentar | | Read More...

Pemkab Meranti Upayakan Pemenuhan Hak Anak

ANAK merupakan awal matarantai manusia yang sangat menentukan wujud dan kehidupan suatu bangsa pada masa depan. Oleh karena itu, menyiapkan generasi muda yang berkualitas sebagai penerus dan pewaris bangsa berarti membangun dan menyejahterakan kehidupan anak sedini mungkin. Terutknmajuan ama pada saat sekarnag ini sejalan dengan dinamika pembangunan di bidang social, budaya dan ekonomi yang dipercepat dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi informasi selain membawa dampak positif bagi kemajuan ternyata menimbulkan fenomena social baru yang tidak selalu menguntungkan dalam perspektif anak. Semangat nasionalisme dan jiawa patriotism pada anak-anak bangsa cenderung menurut, nilai-nilai luhur budaya bangsa seperti pola hidup gotong-royong, toleransi, kebersamaan, bangga pada kebhinekaan dan keragaman suku dan budaya Indonesia berubah menjadi pola hidup individual, primodial, konsumtif dan diberbagai wilayah sampai pada tingkat anarkis.
Untuk itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi mengharapkan anak-anak diberikan bekal keimanan, kepribadian,, kecerdasan, keterampilan, jiawa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, berususila, cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini disebutkan Bupati saat peringatan hari Anak Nasional 2013 bertemakan Indonesia Yang Ramah Peduli Anak Dimulai Dari Pengasuhan Dalam Keluarga. Acara ini digelar oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Kepulauan Meranti di Taman Cik Puan Selatpanjang, 19 Juni 2013 kemarin.
Sebagai kelompok penduduk berusia kurang dari 18 tahun, Menurut Bupati anak mempunyai potensi untuk dikembangkan agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan pada masa kini dan mendatang. Mereka adalah kelompok yang perlu disiapkan untuk kelangsungan bangsa dan negara. "Mewujudkan anak sebagai generasi penerus yang berkualitas berimplikasi pada perlunya pemenuhan hak dan perlindungan anak. Komitmen untuk memberikan jaminan terpenuhinya hak dan perlindungan anak merupakan hak asasi manusia yang wajib dihormati, dan dijamin oleh negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua," sebut Bupati.
Hari Anak Nasional Kabupaten Kepulauan Meranti tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan positif. Hal ini merupakan salah stau upaya pemenuhan hak anak untuk berkreasi dan mendapatkan pelayanan pendidikan serta pengajaran yang mengarah pada pengembangan potensi, kecerdasan yang sesuai dengan bakat dan minat anak.
"Pelaksanaan peringatan Hari Anak Nassional Tahun 2013 dimaknai sebagai momentum agar anak mempunyai wadah untuk belajar dan bermaian, sehingga mereka dapat menyalurkan emosi, bakat dan kreatifitas. Hal ini sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, agar anak menjadi sehat, pintar, mandiri dan mampu bersaing dalam era globalisasi saat ini khususnya anak-anak yang ada di Kepulauan Meranti," sebut Bupati.
Dirikan Forum Anak
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga telah berkomitmen dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, salah satunya dengan membentuk forum anak yang merupakan wadah partisipasi anak dalam pembangunan dan upaya untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas anak.
"Forum anak juga memberikan manfaat dan peran sebagai media komunikasi yang menjembati kepentingan anak-anak dan orang dewasa dalam membangun pengertian antara anak-anak, orang dewasa, orang tua, pemerintah dan masyarakat dalam mememnuhi hak anak," tutur orang nomor satu di Meranti ini.
Dengan forum anak ini diharapankan kabupaten muda ini mampu menuju kabupaten layak anak. Dalam mewujudkan kabupaten layak anak tentu perlu terus memperluas kawasan infrastruktur kabupaten yang mempertimbangkan ruang bagii anak, terutama dalam penguatan kelembahaan forum anak.
Pemerintah daerah sangat mengharapkan dukungan dan kerjasama dari sleuruh masyarakat, stakeholder terkait agar dapat membentuk forum anak di tingkat kecamatan, kelurahan desa dan lainnya untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten Kepulauan Meranti menuju kabupaten layak anak.
Sementara itu, Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj. Syarifah Zumah dalam sambutannnya menyebutkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) bermula dari sebuah gagasan maju yang berkeinginan melihat anak-anak, sebagai aset kemajuan bangsa, bergembira, bermain dan ceria. Dalam rangka pembinaan generasi penerus dan untuk mewujudkan kesejahteraan anak, Peringatan HAN pada hakekatnya merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh bangsa Indonesia dalam menghormati, menghargai, dan menjamin hak-hak anak tanpa membeda-bedakan atau diskriminatif, memberikan yang terbaik untuk anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya. Disamping itu, Peringatan HAN juga untuk menggugah dan meningkatkan kesadaran anak akan hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya kepada orang tua, masyarakat, serta kepada bangsa dan negara.
HAN merupakan hari yang sepenuhnya menjadi milik anak Indonesia di dalam dan di luar negeri. Pada hari tersebu tsetiap anak Indonesia memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk mengungkapkan diri dalam berbagai kegiatan positif. Seluruh komponen bangsa, baik unsur pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berpartisipasi dalam peringatan HAN di Nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan di luar negeri.
Ia menambahkan peringatan HAN dimaksudkan agar seluruh komponen bangsa Indonesia, yaitu negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua bersama-sama mewujudkan kesejahteraan anak dengan menghormati hak-hak anak dan memberikan jaminan terhadap pemenuhannya tanpa perlakuan diskriminatif.  Menggugah dan meningkatkan kesadaran seluruh komponen bangsa Indonesia bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa, dan oleh karena itu kepada anak perlu diberikan bekal keimanan, kepribadian, kecerdasan, keterampilan, jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berbudi luhur, bersusila, cerdas, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemerintah, dunia usaha, masyarakat, keluarga dan orang tua dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Serta menunjukkkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia berkomitmen untuk memenuhi hak-hak anak sesuai dengan Konvensi Hak-hak Anak.
Guna mencapai apa yang dimaksud, pemkab juga mengadakan berbagai kegiatan perlombaan, diantaranya lomba berpidato, lomba menulis surat kepada Bupati, lomba busana, lomba menulis dan berbagai lomba lainnya. (adv)



komentar (1) | | Read More...

Statistik

Site Meter
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Meranti Updates . All Rights Reserved.
Design Template by Bakharuddin | Support by creating website | Powered by Blogger