SELATPANJANG – Dalam rangka memeriahkan
hari Kartini dan menyambut Hardiknas, Himpunan Wanita Karya menggelar Panggung
Hiburan yang memberikan kesempatan kepada generasi muda dan para perempuan
untuk tampil ujuk kebolehan atau bakat dalam bidang keseniaan. Panggung hiburan
yang digelar di Taman Cik Puan Selatpanjang pada rabu (1/5) malam itu,
menampilkan beberapa aksi tarian dan group band anak-anak remaja Selatpanjang.
“Panggung ini sengaja kita gelar untuk
menyambut hari Kartini dan juga sekaligus Hari Pendidikan Nasional.
Mudah-mudahan dengan memberikan kesempatan kepada mereka, ini bisa mendorong
kreatifitas mereka serta pengembangan bakat yang selama ini mereka tidak punya
kesempatan untuk tampil di muka umum,” ucap Ketua HWK Kabupaten Kepulauan
Meranti, Khairiah Defril.
Tema yang kami usung adalah Dengan
Semangat Kartini Kita Tingkatkan Peran Perempuan Demi Tercapainya Kesejahteraan
Keluarga Menuju Masa Depan Kabupaten Kepulauan Meranti Yang Cemerlang, Gemilang
dan Terbilang. Tema ini memberikan makna bahwa peran perempuan
tidak lepas dari keluarga, meskipun ia seorang wanita karier, namun kariernya
itu hendaknya memiliki tujuan untuk membantu suami demi terwujudnya
kesejahteraan dalam keluarganya,” sebutnya.
Saat ini, sebutnya, kita sering terjebak dan salah memaknai emansipasi. Kami berharap emansipasi seperti yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini, tidak berlebih-lebihan. Bagaimanapun seorang perempuan berkarier, termasuk di pemerintahan maupun dunia politik, agar jangan lupa dengan kodratnya.
Bentuk emansipasi yang berlebih-lebihan
atau melampaui kodrat seorang kaum hawa, antara lain perilaku para perempuan
karier dengan gaji atau pendapatan besar, lalu terkesan mau mengatasi suami
yang berpenghasilan rendah. Apalagi sebagai seorang istri atau ibu rumah
tangga, tak selayaknya melupakan kodrat, serta tugas dan fungsinya.
Sikap seorang perempuan yang mau mengatasi atau mengendalikan suami selaku kepala rumah tangga itu, keliru. Sebab bagaimanapun, apalagi sesuai ajaran Islam, yang namanya suami itu adalah imam, yang berarti sebagai kepala rumah tangga.
Namun begitu, ia mengaku, wanita
Indonesia patut bersyukur bisa berkarier serta melanjutkan pendidikan sampai
jenjang yang lebih tinggi, atas perjuangan kaum perempuan terdahulunya, tak
hanya RA Kartini, namun patut juga bersukur dengan pejuang perempuan lainnya
seperti Tjut Nyak Dien (Aceh), Dewi Sartika (Jawa Barat) dan Maria Walanda
Maramis (Sulawesi Utara). “Bahkan di Riau sendiri, kita punya tokoh perempuan
yang membanggakan yaitu Tengku Agong Sultanah Latifah,” Sebut Khairiah.
Tampil dalam acara tersebut tarian
kreasi melayu dari SD Negeri 1 Tebingtinggi, Spirit Dance yang membawakan
tarian sufle dance, tampil juga Civil Emergency Band, Speedy Band dan beberapa
band lainnya. Persembahan diawali dengan paduan suara antara seluruh peserta
dan ibu-ibu pengurus HWK yang membawakan dua buah lagu, yaitu Ibu Kita Kartini
dan Gebyar. Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kab. Kepulauan Meranti Drs. Defril MSi, Kepala Bank Riau Cabang Selatpanjang, Kepala Kantor Telkom Cabang Selatpanjang, dan beberapa tokoh masyarakat. ***
home


Home
Posting Komentar