Sejak Mengalam Kebutaan, Peranan Kantan Sebagai Kelapa Keluarga Diambil Alih Oleh Sang Istri Tercinta
SELATPANJANG - Arizal alias Katan (40) warga jalan tutnuri gang barokah Desa banglas Kecamatan Tebing,merupakan salah seorang warga tidak mampu desa banglas yang hidup dalam serba kekurangan. Bukan hanya ke hidupanya yang pasapasan namun ayah tiga anak itu saat ini mengalami kebutaan yang diduga disebabkan katarak sehingga katan yang sebelumya berpropesi sebagai buruh angkut trasportasi Becak diselatpanjang, kini harus menjadi pengangguran’”ungkap Malik Riduwan, Kepada wartawan sabtu (4/5) kemarin
Menurut Malik Saat ini ayah 3 orang itu mengantungkan hidupnya dengan sang Itrisnya yang setia merawatnya dan menafkahinya, karna kata Malik ayah separoh baya itu sudah tidak bisa lagi beraktifitas seperti biasanya. bahkan untuk berjalan saja kantan harus ada yang menuntunnya. Namun sebagai kepala keluarga katan tentunya merasa kurang enak jika harus mengantungkan hidup sepenuhnya kepada sang Istrinya jumianton (30) yang setia mendampingnya dalam suka maupun duka.
Agar tidak terlalu membebankan sang istri tercinta, katan tetap bertekat dan berupaya untuk membantu sang istrinya berjulan ikan dipasar sungai juling selatpanjang,meski tidak bisa bekerja sebagai mana lelaki lainya, namun katan tetap berupaya untuk membantu meringankan beban istri mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari termasuk untuk membiaya sekolah anak-anak mereka yang saat ini duduk di bangku SMP dan satunya lagi di SD.” Ujar Malik yang merupakan sahabat dimasa kecilnya Katan
“Setiap Hari Katan turun kepasar untuk menemankan istrinya berjualan ikan dipasar sungai juling selatpanjang, meski tidak bisa mengenali orang bahkan tidak bisa melihata apa-apa namun katan dengan tekat yang kuat berupaya membantu sang istrinya, dengan mencuci tempat penyimpanan ikan serta membantu menyiapkan kebutuhan untuk istrinya berjualan serta mengemaskan barang-barang, disaat akan pulang kerumah yang disewanya dijalan Tutnuri Desa Banglas tersebut. Jika ingin mau buang hadast Kantan tinggal bilang saja maka akan ada teman-teman datang untuk menuntunnya”sebut malik.l.
Pengahsilan yang diproleh dari memgambil upah berjualan ikan dari salah seorang sahabatnya itu juga hanya sekitar Rp.30.000 samapi RP.50.000 perharinya dengan pengasilan tersebut tentunya hanya paspasan bahkan bisa dikatakan tidak cukup untuk kebutuhan kesehariannya,namun mau bilang apa lagi dengan kondisi pisist yang dialaminya itu mau tidak mau Katan dan keluarga harus tabah menjalan kehidupanya meski dalam serba kekurangan.
“Awalnya kata, Malik Arizal (Katan) hidup normal sebagai mana kebanyakan orang lainya, namun sekitar 14 tahun lalau mata sebelah kanan katan tergores duri saat itu ia bekerja mengambil upah menebas (memberisihkan kebun) saat itulah mata Arizal Alias katan itu tergores oleh duri hingga menyebabkan matanya seperti sekarang ini.
Meski sempat dibawah berobat dipukesmas selatpanjang, namun karena tidak memiliki biaya cukup maka perobatan mata Katan cukup dilakukan di Pukesmas tersebut , itu juga hanya satu kali, hingga pada akhirnya mata kanan Katan tidak lagi berfungsi untuk melihat. Kedati demikian Katan tidak menghiraukan penyakitnya itu, tidak lagi pernah lagi berobat atau diperiksa sehingga mata kananya itu mengalami kebutaan total.
Ppenderitaan katan tidak berakhir disitu,namun darei bawaah kebutaan mata kananya akhirnya mata sebelah kiri Katan juga mengalami kebutaan sejak 4 tahun lalu, dan saat kedua matanya kantan tersebut mengalami kebutan sehingga penderitaan yang dialami Kantan menjadi komplit ketika mata kirinya juga mengalami kebutaan secara tiba-tiba , hinga saat ini kedua mata Katan itu tidak lagi berfungsi untuk melihat, hal itu sudah terjadi sejak 3 atau 4 tahun lalu, tepat sekitar tahun 2008 lalu”ujar Malik.
Sementara itu Arizal Alias Kantan Kepada wartawan menuturkan, bahwa selama dirinya mengalam kebutaan tersebut, seluruh kebutuhan keluarganya itu di penuhi oleh sang istrinya, saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi, semua peranan saya selaku kepala keluarga diambil alih oleh Istri saya “Ungkap Kantan dengan nada haru.
Menurut Katan Istrinya yang setia itu benar gigih berusaha untuk memmbiayai kebutuha keseharian keluarga kami , saya dan anak bertahan hidup hingga hari ini itu semua berkat kegigihan dan keiklas istri saya yang tidak pernah mencari reski untuk menafhi kami . “sebenarnya saya malu tapi saya mau bilang apa lagi, mau tidak mau saya harus iklas menghadapi cobaan ini, karena saya yakin tuhan itu tidak akan memberikan cobaan diluar kempuan Hambanya “ ujar Arizal.
Pantau Vokal dilapangan Meskipun mengalami kebutaan Arizal Aliast Katan itu tidak mau berddiam diri begitu saja setiap hari ia menemani istri berjualan ikan dipasar Sungai juling, meski dengan merabah,rabah, namun katan mampu membantu istri membersihkan tempat ikan dan mengemaskan barang-barang seblum mereka pulang kerumah kontrakannya.Syawal
home
Home
Posting Komentar